Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan

Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan | Saat membaca koran atau majalah, kita akan bertemu dengan berbagai fakta sekaligus opini yang saling kait mengait. Fakta tersebut terkadang dikukuhkan oleh sebuah opini dari narasumber atau malah sebaliknya. Terkadang pula fakta justru membuat opini narasumber menjadi mentah.

Begitulah fakta dan opini berdialektika. Opini bisa dibentuk sesuai kehendak yang menyampaikannya. Ia bisa menjadi bola liar manakala menyangkut isu-isu sensitif. Lalu, bagaimana sebenarnya membendakan antara fakta dan opini dalam sebuah tulisan?
Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan
Gambar diambil dari: http://log.viva.co.id/
Berikut ini akan dijelaskan pengertian dari masing-masing keduanya.

Pengertian Fakta dan Opini dalam Tulisan
A. Fakta
Fakta adalah suatu informasi yang bersifat nyata atau benar-benar terjadi. Fakta disertai dengan bukti-bukti yang mendukung kebenarannya. Karena itu, fakta lebih sering sulit dibantah oleh opini seseorang.

Contoh kalimat fakta:
  1. Di Sumenep, Jawa Timur, terdapat pantai yang banyak tumbuh pohon cemara udang.
  2. Pamekasan termasuk salah satu kabupaten yang ada di pulau Madura.
  3. Madura merupakan salah satu daerah penghasil garam di Indonesia.
  4. Kecelakaan yang terjadi di jalur Suramadu disebabkan oleh rem blong truk fuso.
B. Opini
Opini adalah pendapat seseorang atau kelompok. Biasanya disertai dengan alasan-alasan yang membuktikan kebenarannya.

Contoh Kalimat Opini:
  1.  Makanan yang berlemak banyak tidak boleh dimakan anak kecil.
  2.  Jika kita mandi setiap hari, badan terasa segar dan tidak lengket.
  3. Saat menonton telvisi kita tidak boleh memakai kacamata.
  4. Tidur telentang lebih enak ketimbang tidur miring.
Cara Membedakan Fakta dan Opini
Cara sederhana dalam menemukan fakta dan opini dalam sebuah tulisan adalah dengan melihat ciri-ciri eksplisit kalimat tersebut. Jika pernyataannya dapat ditelusuri kebenarannya, karena dapat dilihat, didengar, atau diraba, kalimat tersebut termasuk fakta. Sementara, jika hanya pernyataan yang tak dapat diindera dan sulit dibuktikan kebenarannya, kalimat tersebut termasuk opini.

Demikian penjelasan mengenai Cara Membedakan Fakta dan Opini dalam Tulisan sekaligus dengan contoh keduanya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Jika ada saran dan kritik, silahkan kirim via kontak di laman ini. Pantau terus artikel-artikel mengenai tata bahasa Indonesia di laman ini. Salam sukses dari Blogger Jaddung.
loading...