Pengertian dan Unsur-Unsur Puisi

Pengertian dan Unsur-Unsur Puisi | Puisi adalah bentuk pengucapan bahasa yang ritmis yang mengungkapkan pengalaman intelektual penyair yang bersifat imajinatif dan emosional. Definisi tersebut mengacu pada dua aspek, yaitu bentuk atau medium puisi serta isi puisi. Bentuk disebut sebagai struktur fisik puisi sedangkan isi disebut sebagai instruktur batin puisi. Struktur fisik merupakan medium mengungkap struktur batin puisi. Unsur-unsur yang termasuk dalam struktur fisik puisi adalah diksi, pengajian, kata konkret, majas (meliputi lambang dan kiasan), bersifikasi (meliputi rima, ritma, dan metrum), tipografi, dan sarana retorika (Jabrohim dkk, 2001:34). Struktur batin puisi terdiri atas tema, nada, perasaan, dan amanat.
Unsur-unsur tersebut tidaklah berdiri sendiri tetapi merupakan kesatuan yang saling berhubungan.

Unsur Fisik Puisi

Diksi
Diksi adalah bentuk serapan dari kata diction yang oleh Homby diartikan sebagai choise of the words. Diksi atau pilihan kata memiliki peranan yang penting dalam mencapai keefektifan dalam penulisan suatu karya sastra. Seorang penulis harus memahami secara lebih baik masalah kata dan maknanya, harus tahu memperluas dan mengaktifkan kosakata, harus mampu memilih kata yang tepat, kata yang sesuai dengan situasi yang dihadapi, dan harus mengenali dengan baik macam corak gaya bahasa sesuai dengan tujuan penulisan.

Baca Juga: Pengertian dan Contoh Kalimat Berklausa dan Tidak Berklausa

Pengimajian
Tujuan pengimajian adalah untuk memberi gambaran yang jelas, menimbulkan suasana khusus, membuat lebih hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan, untuk menarik perhatian, untuk memberikan kesan mental atau bayangan visual. Penyair menggunakan gambaran-gambaran angan dalam pengimajian. Gambaran-gambaran angan biasa disebut dengan istilah citraan (imagery). Citraan dapat dibedakan atas beberapa macam, yaitu citraan visual (penglihatan) citraan auditif (pendengaran) citraan artikulatori (pengucapan) citraan olfaktori (penciuman), citraan gustatori (kecapan), citraan faktual (perabaan/perasaan), citraan kinaestik (gerak) dan citraan organik.

Kata konkretKata konkret adalah kata-kata yang digunakan oleh penyair untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca. Kata-kata diupayakan agar dapat menyaran kepada arti yang menyeluruh.

Bahasa kiasan
Bahasa kiasan disebut pula sebagai majas. Bahasa kiasan bertujuan membuat puisi menjadi prismatis atau memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Bahasa kiasan disamakan dengan bahasa figuratif. Bahasa kiasan merupakan bahasa yang mempergunakan kata-kata yang susunan dan artinya sengaja disimpangkan dari susunan dan arti yang biasa dengan maksud mendapatkan kesegaran dan kekuatan ekspresi.

Macam-macam bahasa kiasan adalah sebagai berikut satu simile, metafora, personifikasi, epik-simile, mitonimi, dan sinekdoki.

Bersifikasi
Bersifikasi meliputi: larik, bait, ritma, rima, metrum.

Tipografi
Tipografi merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama. Dalam prosa baris-baris kata atau kalimat membentuk sebuah periodisitet, tetapi dalam puisi tidak demikian halnya. Baris-baris dalam puisi disebut bait.

Sarana retorika
Setiap pengarang mempunyai gaya dan cara baca sendiri, jenis-jenis bentuk atau pola gaya ini disebut sarana retorika. Jenis sarana retorika sangat banyak antara lain: hiperbola, elepsis, tautologi, pleonasme, enumerasi, paralelisme, retorik retisense, aliterasi, asonansi, asindeton, polisindeton, eufemisme, litotes, ironi, repetisi.

Struktur Batin Puisi

Tema Puisi
Tema adalah gagasan pokok yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema tersirat dalam keseluruhan isi puisi. Persoalan-persoalan yang diungkapkan itu merupakan penggambaran suasana batin. Tema tersebut bisa pula berupa responsi penyair terhadap kenyataan sosial budaya sehingga puisi merupakan sarana protes ataupun simpati penyair.

Nada dan Suasana Hati
Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca, sedangkan suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca. Nada dan suasana puisi saling berhubungan karena nada puisi  menimbulkan suasana terhadap pembacanya.

Ada nada kagum, misalnya terdapat dalam puisi “Perempuan-Perempuan Perkasa” (Hartojo Andangdjaja). Nada main-main terdapat dalam puisi “Biarin” (Yudhistira ANM).

Perasaan dalam puisi
Puisi mengungkapkan perasaan penyair. Jika penyair hendak mengungkapkan keindahan alam, maka sebagai sarana ekspresinya ia akan memanfaatkan imaji-imaji, majas serta diksi yang mewakili makna tentang keindahan alam tersebut.

Amanat Puisi
Amanat merupakan suatu pesan yang disampaikan penyair dalam puisinya. Pesan-pesan tersebut dihadirkan dalam ungkapan yang tersembunyi. Amanat ini dirumuskan sendiri oleh pembaca dan amanat itu akan selaras dengan tema puisi tersebut.

Nah, itulah ulasan mengenai Pengertian, Unsur-Unsur, dan Contoh Puisi. Semoga artikel ini bisa membantu Anda memahami tema tersebut. Untuk artikel-artikel tentang bahasa Indonesia lainnya, Anda bisa mencari di blog ini.
loading...