loading...

Apa itu Copywriting?

Bu Indah Juli sedang memberikan materi copywriting. Foto oleh @wahyualam
Istilah copywriting sudah agak lama menghuni kepala saya, namun saya tidak tahu apa sebenarnya maksud dari istilah tersebut. Untunglah ada Bu Indah Julianti Sibarani yang jauh-jauh datang dari Jakarta ke Madura untuk mengajari saya dan teman-teman tentang apa dan bagaimana sebenarnya copywriting.
Beliau datang untuk mengisi salah satu sesi acara di ulang tahun Plat-M, komunitas blogger Madura, yang ke-4. Rangkaian acaranya berlangsung dari tanggal 21 hingga 22 Desember 2013, bertempat di BLC Telkom dan pantai Jumiang, Pamekasan.

Bu Indah mendapat kesempatan di hari pertama untuk bicara tentang copywriting. Saya langsung tertarik dengan materi ini karena tidak jauh dari pekerjaan menulis atau blogging, dunia yang selama ini saya tekuni.

Dari pertemuan tersebut saya mencatat beberapa hal yang saya rasa amat penting. Pertama, bahwa copywriting adalah produk jurnalistik masa kini. Model tulisannya berbeda dari tulisan-tulisan jurnalistik pada umumnya. Jika jurnalistik mainstream lebih cenderung hanya ingin menyampaikan sesuatu, maka copywriting harus juga mempengaruhi pembacanya. Untuk itu, seorang copywriter dituntut kreatif. Kreativitas bisa didapat dengan penguasaan kosa kata yang memadai dan konsep yang matang.

Selain itu, model tulisan juga penting untuk menarik pembaca. Model-model tulisan humor, misalnya, lebih sering banyak peminatnya ketimbang tulisan serius dan kaku. Menyelipkan humor dalam tulisan terkadang dibutuhkan untuk menyegarkan perasaan pembacanya, selain untuk memikat hati mereka.

Kedua, inti dari copywriting adalah “menjual”. Barang yang dijual bisa berbentuk produk, bisnis, ide, dan opini. Di luar negeri, review produk sudah lama dilakukan, namun di Indonesia baru belakangan. Negeri ini memang selalu terlambat dalam banyak hal, kecuali dalam berkorupsi. #eh

Ketiga, karena copywriting adalah “menjual”, maka penulisnya harus paham terhadap target pasar. Untuk itu, sebelum menulis, copywriter harus menentukan terlebih dulu siapa yang ingin disasar. Tentu kita tidak bisa menulis dengan gaya remaja, sementara segmen pasar yang menjadi target adalah orang-orang dewasa. Kita tidak bisa menjual popok bayi dengan menggunakan bahasa alay, misalnya.

Secara umum, menurut Reda Gaudimo, beberapa kriteria copywriting adalah menggoda (attention), menarik perhatian (interest), menimbulkan hasrat atau minat (desire), dan tindakan (action).
loading...